2369 items (2369 unread) in 26 feeds
Masih dari membaca buku. Sebelumnya, saya sudah pernah mendengar atau lebih tepatnya membaca soal NetIQ ini. Di jurnal ISACA, barangkali? Saya lupa persisnya. Lalu hari ini saya kembali bertemu dengan NetIQ.
Di buku dituliskan ada 2 produk dari NetIQ yang menarik.
Produknya bernama VigilEnt Intrusion Manager. Secara ide sebenarnya sudah tidak baru bagi saya namun sebelumnya bagi saya ide ini masih angan-angan jauh. Alias fantasi. Jadi belum terbayang bagaiman detail implementasinya. Eeeh… ternyata sudah ada yang menjadi satu produk. Bagus.
Kalau ini sih istilah dari saya saja. Nama produknya adalah NetIQ Policy Center. Apakah ini? Perangkat ini dapat membantu organisasi dalam menangani policy. Mulai dari pembuatan, modifikasi, diseminasi, hingga persetujuan dari pembaca akan policy. Hmm… menarik.
Hari ini, melanjutkan baca buku “Principles of Information Security” karya Whitman dan Mattord. Hari ini melanjutkan membaca kemarin, kurang satu chapter saja, yaitu chapter terakhir. Saya ingin menuliskan beberapa referensi soal digital forensics yang disebutkan di chapter terakhir, Information Security Maintenance.
Akses Internet ke link international sekarang sedang mati. Timestamp? Lihat waktu posting. Apakah ini pertanda saatnya beralih ke blog di server lokal?
Eh ternyata situs Wikipedia Indonesia tidak berada di server lokal.
Bagaimanakah cara terbaik mencegah brute force?
Brute force merupakan teknik hacking yang dilakukan dengan cara mencoba-coba semua kemungkinan. Brute force tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun jika passwordnya lemah dengan brute force tool tentu akan cepat untuk dipecahkan.
Umumnya suatu aplikasi menggunakan faktor what you know dalam otentikasi, yaitu userid dan password. Userid sifatnya public atau tidak rahasia jadi orang lain bisa tahu. Penyerang hanya membutuhkan meng-crack password untuk menembus otentikasi.
Brute force dilakukan dengan mencoba-coba. Apakah passwordnya: admin, a123, dst. Brute force tools memiliki metodologi dan dictionary dalam melakukan brute force.
Manakah cara yang lebih baik dalam menangani brute force?
Yang ini tentu sudah lebih umum. CAPCHA digunakan sebagai pengujian pembedaan manusia dengan mesin.
Nah yang ini saya kira lebih tidak umum. Jadi jika ada sekian failed attempt login, aplikasi akan memblok usaha login. Blok bisa akan dibuka setelah sekian t waktu, atau bisa juga blok dilakukan ke IP pengakses failed attempt login.
Besok akan ada Academy CERT Meeting di SGU. Detail agendanya bisa dilihat di sini. Saya bisa hadir tidak ya? Sepertinya tidak. Semoga rekan saya Dani bisa hadir, jadi saya bisa tanya-tanya kepadanya nanti.
Dari agenda yang dituliskan di atas, baru satu istilah yang saya ketahui. Ok lah, belum saya ketahui dengan baik, jadi sebut saja yang pernah saya baca. Istilah itu adalah: static analysis.
Lainnya?
Apakah yang dimaksud dengan dynamic analysis ini adalah testing pada aplikasi/software yang sudah di-compile/build?
Saya ingin menuliskan kembali (atau barangkali lebih tepatnya merapikan?) dokumentasi instalasi OpenVAS yang saya lakukan. Wah sudah lama juga saya tak terbiasa menulis kembali. Sel-sel otak sekarang terasa sedang ada aliran quark yang mengalir. *halah apa sih*.
Saya baru saja menginstall ulang linux saya dengan Ubuntu Lucid Lynx. Biasanya saya memang tidak pernah melakukan dist-upgrade ke versi yang lebih baru. Saya pilih jalan aman saja, install ulang.
Direktori /home saya buat terpisah. Jadi saya tak perlu takut kehilangan data-data pribadi. Data pekerjaan ada di partisi yang terenkripsi menggunakan truecrypt. Tak masalah juga.
Ada beberapa paket yang perlu diinstall terlebih dahulu sebelum kita bisa mengcompile openvas-libraries dan openvas-scanner. *Prerequisite packages*
Berikut ini adalah paket-paket yang perlu tersedia lebih dahulu:
Install
# apt-get install libglib2.0-dev libgcrypt11-dev libgpgme11 libgpgme11-dev bison libgnutls-dev libgnutls26 libpcap0.8-dev cmake
Download openvas-libraries
Configure
# ./configure
Make
# make
# make install
Jika instalasi openvas-libraries berhasil maka akan muncul pesan di bawah ini:
--------------------------------------------------------------
openvas-libraries has been successfully installed.
Make sure that /usr/local/openvas/bin is in your PATH before you
continue
Be sure to add /usr/local/lib in /etc/ld.so.conf and type 'ldconfig'
--------------------------------------------------------------
Lakukan apa yang diminta. Tambahkan PATH lib openvas.
# cd /etc/ld.so.conf.d
# vim openvas.conf
1 # openvas lib
2 /usr/local/lib/openvas
# ldconfig
Here are few most commonly used of commercial SQL server security scanners:
… taken from Database Hacker’s Handbook: Defending Database Servers.
Halo blog security! Bagaimana kabar? Sudah lama tak ditulisi nih ![]()
select ErrorMessage from ErrorMessages where ErrorCode = 9 union select name from sysobjects where xtype='u'
on the address bar
ErrorCode=2%20union%20select%20name%20from%20sysobjects%20where
%20xtype='u'
Union keyword tells SQL to combine two statements into one.
Source: Web Application Hacking, SPI Dynamics
Pilihan processor saat melakukan compile kernel
Processor family
1. 386 (M386)
2. 486 (M486)
3. 586/K5/5x86/6x86/6x86MX (M586)
4. Pentium-Classic (M586TSC)
5. Pentium-MMX (M586MMX)
> 6. Pentium-Pro (M686)
7. Pentium-II/Celeron(pre-Coppermine) (MPENTIUMII)
8. Pentium-III/Celeron(Coppermine)/Pentium-III Xeon (MPENTIUMIII)
9. Pentium M (MPENTIUMM)
10. Pentium-4/Celeron(P4-based)/Pentium-4 M/older Xeon (MPENTIUM4)
11. K6/K6-II/K6-III (MK6)
12. Athlon/Duron/K7 (MK7)
13. Opteron/Athlon64/Hammer/K8 (MK8)
14. Crusoe (MCRUSOE)
15. Efficeon (MEFFICEON)
16. Winchip-C6 (MWINCHIPC6)
17. Winchip-2/Winchip-2A/Winchip-3 (MWINCHIP3D)
18. GeodeGX1 (MGEODEGX1)
19. Geode GX/LX (MGEODE_LX)
20. CyrixIII/VIA-C3 (MCYRIXIII)
21. VIA C3-2 (Nehemiah) (MVIAC3_2)
22. VIA C7 (MVIAC7)
23. Core 2/newer Xeon (MCORE2)
Komputer saya install debian testing. Lalu saya coba install nessus
# apt-cache search nessus
harden-remoteaudit - Audit your remote systems from this host
Hah, kok nessusnya tidak muncul. Kenapa ini? Saya lihat sources.list
# more /etc/apt/sources.list
deb http://kambing.ui.edu/debian testing main contrib non-free
Lalu saya coba tambahkan stable
# more /etc/apt/sources.list
deb http://komo.vlsm.org/debian testing main contrib non-free
deb http://komo.vlsm.org/debian stable main contrib non-free
deb http://komo.vlsm.org/debian-security stable/updates main contrib non-free
deb http://security.debian.org/ stable/updates main contrib non-free
# apt-cache search nessus
harden-remoteaudit - Audit your remote systems from this host
libnasl-dev - Nessus Attack Scripting Language, static library and headers
libnasl2 - Nessus Attack Scripting Language, shared library
libnessus-dev - Nessus static libraries and headers
libnessus2 - Nessus shared libraries
nessus - Remote network security auditor, the client
nessus-dev - Nessus development header files
nessus-plugins - Nessus plugins
nessusclient - Transitional package to openvas-client
nessusd - Remote network security auditor, the server
Jadi hipotesis saya benar?
Bagaimana cara mengukur kinerja basis data (database?)
Untuk memulainya:
Kemarin sempat sedikit-banyak mengenai kernel. Ternyata kernel itu banyak macamnya. Lalu saya melakukan seleksi dari topik, karena yang sedang saya ingin cari tahu adalah (atau ternyata dikategorikan sebagai) kernel Linux. Kalau sistem operasi Windows, ada kernelnya tidak ya?
Kernel linux sekarang sudah mencapai 2.6.sekian-sekian. Dulunya ada versi 0.1, lalu 1.sekian. Kernel linux memiliki konvensi versioning. Yang sekarang itu adalah kernel linux versi 2.
a.b.c
a = versi kernel
b = revisi major
c = revisi minor
Pada digit b, kernel stabil diberikan nomor genap. Sebaliknya, kernel unstable diberikan nomor ganjil. (Pada digit c berlaku juga tidak ya?).
Lalu dibelakang digit a.b.c tersebut ada macam-macam. Saya sendiri belum mengetahui lengkapnya ada apa saja. Yang saya tahu ada -386, -486, -686, -amd64, -k7, -bigmem dll.
Saya ingin tahu bagaimana melakukan pengukuran performa kernel. Bagaimana caranya? Saya belum tahu. Kernel -386 tidak mendukung komputer dengan memori lebih dari 3 GB. Kernel -AMD64 mendukung memori lebih dari 3 GB.
Base64 encoding memungkinkan data biner direpresentasikan dengan aman dalam karakter ASCII. Attachment pada email diencode menggunakan base64 untuk keamanan transmisi SMTP.
(terjemahan bebas)
Jika sebelumnya saya belum menemukan aplikasi serupa dengan Hacme Bank, kemarin saya sudah menemukannya. Aplikasi ini adalah BadStore. Image BadStore dapat diunduh dengan sebelumnya melakukan registrasi. Bakar image BadStore ke dalam CD, lalu boot komputer dari CD. Silakan dieksplorasi!
Beberapa vulnerabilities yang dapat ditemukan antara lain:
Sayangnya aplikasi web BadStore ini tergolong lama. BadStore dikembangkan dengan bahasa C(?) dan menggunakan cgi-bin.
Tipe data yang saya maksud ini bukan tipe data seperti integer, character, string dst. Tempo hari saya menemukan kata-kata tainted data. Saya bingung. Apakah tainted data ini? Secara harfiah, taint diartika sebagai tercemar/kotor. Berarti tainted data adalah data yang tercemar. Hah, lantas apakah tainted data itu?
Kemarin baca buku, lantas dijelaskan terdapat 2 tipe data (barangkali klasifikasi dari sudut pandang keamanan?):
Data yang ditulis dalam code (hard coded) termasuk filtered data. Sementara semua data yang berasal dari luar termasuk tainted data. Untuk sementara, sekarang sudah tahu maksud dari tainted data.
Bagi yang ingin mempelajari bagaimana membuat software yang aman atau mengetahui lebih dalam mengenai secure software dapat menggunakan aplikasi Hacme Bank. Aplikasi ini memang sengaja dibuat dengan vulnerabilities. Jadi ceritanya merupakan simulasi web application dengan vulnerabilities.
Sayangnya aplikasi ini harus diinstall di sistem operasi Windows. Saya coba cari-cari dulu aplikasi serupa yang bisa berjalan di atas sistem operasi Linux.
Oh iya, source code aplikasi Hacme Bank bersifat terbuka.
Nmap 5 telah keluar! Sebelumnya versi stabil Nmap adalah 4.76. Ini nmap di zara:
root@zara:/home/za# nmap localhost
Starting Nmap 4.76 ( http://nmap.org ) at 2009-08-10 14:00 WIT
Warning: Hostname localhost resolves to 2 IPs. Using 127.0.0.1.
Interesting ports on localhost (127.0.0.1):
Not shown: 999 closed ports
PORT STATE SERVICE
631/tcp open ipp
Ini pranala Nmap 5.
Monitor tidak sama dengan koreksi. Monitor dilakukan bersamaan sejak kegiatan dilakukan. Koreksi dilakukan pada interval waktu tertentu.
Apakah perbedaan tool ntop, cacti dan MRTG? Saya sedang eksperimen, tapi sekarang mata terasa berat ![]()
Lagi-lagi DNS speedy mengarah ke IP itb.ac.id yang salah. Dung-dung-dung…
za@zara:~$ host www.itb.ac.id
www.itb.ac.id has address 32.1.13.48
;; Warning: Message parser reports malformed message packet.
;; connection timed out; no servers could be reached
za@zara:~$ date
Sel Mar 3 11:30:36 WIT 2009
Salah satu server saya, terinstall redmine. Saya belum menemukan cara agar setiap kali komputer reboot maka redmine kembali berjalan secara otomatis.
Ini adalah script yang harus saya jalankan setiap kali komputer reboot agar redmine kembali berfungsi:
cd /home/psst/public_html/redmine
ruby script/server webrick -e production -b psst.itb.ac.id &
This post is password protected. To view it please enter your password below:
Password:
I am wondering, why I can’t access my email with mutt email client? The mutt is accessing the /var/mail/ I try to figure it out. I have already Maildir configuration. So this is the problem. Mutt is accessing empty folder because my mail is in the Maildir configuration.
I putt mutt configuration .mutt rc on my home folder
set mbox_type=Maildir
set folder="~/Maildir"
set mask="!^\\.[^.]”
set mbox=”~/Maildir”
set record=”+.Sent”
set postponed=”+.Drafts”
set spoolfile=”~/Maildir”
I think there’s a different way, to deploy web application on Debian’s Tomcat. It’s not as just simple copy to the webapps directory. I should start thinking/finding a new way to do it.
Back to learning PGP. I download firefox deb package. My Iceweasel still suddenly get crash. I am trying to export my key. Here’s what I do.
$ gpg --output mykey_pub.gpg --armor --export $keyid
$ more mykey_pub.gpg
-----BEGIN PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
Version: GnuPG v1.4.9 (GNU/Linux)
mQGiBEi9a2oRBADSsj3Qn34lU+a2fgNenzcaSfJ604yB1qsgyipNSiclsTUSMzyO
hDmTRr9NOg8WUbZ4J/QtBk/ACLAPpNynhEYKMEg8H/OulSi9IqYc9vm9sQn0jA4a
n4vZ185iEaCSnEPs/yCj/N7KSH0hrbnP0ggSQh8Om5KYsPzO8/FHIjN6dwCgrtiR
TgYzQNY+TfT48ckGcwOX9QUD/2bvpI4zkqbBY3TYzt3ioXsVAV/szUBVZS/8o4vk
2v4MxIMDF6C4H+ng1g+Cud//sxPNrkpFgD8nB4Mu9JqhxjZ98Awm/eUCicfsJAwv
JmLTnXIFCEBHbmjx7hxTk8Phh59IgaPynU79XLaBlkKheen3u5qTKqY/IBlSuToQ
KZ2hA/9x4Fp9+BPsr0wWXcYACVh8julW5URpGbXL2eSp18nuUvsogduGARSQMW8Z
ndCB3NdFLm03kpjgIWfWUejz60uekCeaiRjS85SsKQy04SVIVYXHoXHtZjz09pbk
nX8XsGws2RZUWb1HqMKtXNNEjOFyhzsmKRERMgta+VJxVMmq0bQnWmFraSBBa2ht
YWQgKHphKSA8emFraWFraG1hZEBnbWFpbC5jb20+iGYEExECACYFAki9a2oCGwMF
CQHhM4AGCwkIBwMCBBUCCAMEFgIDAQIeAQIXgAAKCRBPiTwl8gy3lyccAKCcm9yi
essWMplujZK1+pq3AjcGVQCffAxCWNBZi/Jh8jq347bYq0lGrWK5Ag0ESL1rahAI
AMo42aWVS33h3LlJMAEj9n8gA3kkyW5E9h18ribT4FMCzjE623GXTZYL+bvY+0Ye
DMqUWxvXIN8kNQwbznMsYHo4MTiRJLzXG2MG7wo+9WlwYrAbG1OICHPFDvoXBQC9
h9GxmpcbBCQup7OeuQWQv1gLSsYcGqYc8kU41u7kgy22knqoNMPO2j4PW7LuCFwG
goe8hnfeviAGNSYooxY7xYrEnmGdKchyFsBsh/aT6bECQNHtTzNsG7lWlJmp26a9
8vltgvm10D1Jw7dfHi4wQIp+++ctyJlKEtkIgI3Kf5MEV7T+rqAjc8L67Bqdz0DF
8VEa1giqc5sJyV2fnbNBLHcAAwUH/RTlsFQXWa6hfHxcNyA5CoWbivpc5N52audR
obwZGzS7jCs+8f8qMOUHitNSWNNIj7fixhKF5/x53uIzZlh3Ohnjf10xjuj9Wc6D
2Ronu+G/TXbC9iAX5h7iFyk5SmBLDf+RnljQVwWZNR2O1SJBhWDlDIklAr9QeP/E
/4AC0UChp3BzojVC+XpqN9+HsgW12dHF1S6xI1sD0X5lfRvZNdNDD0cdTDgz5Gi1
7rHHcHfHeWMX8S4gaTxRBp9CfrG2c2oz6XlWvC/SVDRV0BGBagc0J1SupqZGpREi
ADvxKwXgnCiLDNph3Ohq458fz740kfldXzQAO4ZR3wWnxRw/v/OITwQYEQIADwUC
SL1ragIbDAUJAeEzgAAKCRBPiTwl8gy3l89lAJ9gJfxgLQPnMIFb2VGktc/r+ACZ
kQCdE8pYa1ud0AoOA+uhqHxwJVvYGJ4=
=1DkV
-----END PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
I am still want to do some experiment, like changing public key with other.
...
[Oct 30 13:12:18 UTC] Automatic processor type detection found
an Intel Pentium M (Dothan) processor.